Jumat, 27 Desember 2013

RESENSI DAN SURGA PUN TERSENYUM

RESENSI
DAN SURGA PUN TERSENYUM

Judul Buku: Dan Surga pun Tersenyum
Penulis: Satria Nova, dkk
Tahun Terbit: 2013, Cetakan I
Penerbit: Noura Books
Kategori Buku:Nonfiksi

Kumpulan kisah para diabel yang berjuang demi mempertahankan kebahagiaan hidupnya. Kisah inspirasi mereka yang memberikan pelajaran dan empati masyarakat akan ketangguhan mereka. Seperti kisah Paini, , sosok perempuan cacat pekerja keras dan dermawan. Sejak memasuki sekolah dasar, Paini sudah mendapat ejekan menyakitkan dari teman-temannya. Setelah tamat SMP, Paini merantau ke Jakarta dan melamar ke beberapa perusahaan, semua perusahaan menolak dengan dua alasan utamanya, yaitu karena Paini cacat dan karena Paini memakai jilbab. Pada perusahaan konveksi pun, begitu pula tanggapannya, tetapi Paini memaksa, dia berani tidak digaji dalam tiga hari pertama untuk menunjukkan kemampuannya menjahit. Kerja kerasnya membuahkan hasil, Paini dipercaya oleh perusahaan bekerja di tempat itu. Karirnya kini, tak hanya sebagai pekerja keras di perusahaan konveksi, dia membuka usaha kripik, di rumahnya sendiri dan dibantu oleh para difabel anak didiknya. Hatinya yang dermawan mampu menampung para diabel di rumahnya dan membantu masyarakat sekitarnya.
Kisah derita dalam buku ini, tidak hanya mencakup difabel, ada pula kisah masyarakat yang tulus menjalani deritanya. Kisah kakek loper koran, kisah kakek penjual mainan keong, kisah Mak Sumi yang masih bekerja di usia senja, kisah Haji Nazar yang masih belajar di usia tuanya, kisah pengabdian tanpa pamrih, seperti Wak Dullah, si pelayan masjid, dan masih banyak kisah menyentuh hati lainnya.
Penulis membawakan cerita dengan santainya, seperti seorang wartawan yang telah mewawancarai narasumber dan dikelolanya setiap kalimat dalam bentuk cerita, bahasanya mudah dimengerti, pembaca akan merasa empati setiap membaca lembar demi lembar kisah mereka. Sayangnya, tidak ada dokumentasi dalam setiap akhir cerita, hanya ada di satu cerita saja. Dokumentasi tersebut bermaksud agar pembaca lebih merasakan perjuangan narasumber sendiri. Buku ini sangat memberikan pelajaran bagi kita semua yang normal bahwa masih banyak kehidupan yang lebih berat dari masalah-masalah yang kita keluhkan selama ini.

RESENSI ASHABUL KAHFI MELEK 3 ABAD

RESENSI
ASHABUL KAHFI MELEK 3 ABAD


Judul Buku: Ashabul Kahfi Melek 3 Abad
Penulis:  Dr. H Nadirsyah Hosen, Ph. D (Pengajar University of Wollongong,  Australia) dan dr. Nurussyariah Hammado, M.NeuroSci (Pakar  Neurosains, Pengajar  UN Makasar)
Tahun Terbit: 2013, Cetakan I
Penerbit: Noura Books
Kategori: Nonfiksi

Peristiwa tidur panjang pemuda beserta seekor anjing yang bersembunyi di dalam gua merupakan mukjizat sekaligus enomena ilmiah yang menakjubkan. Kisah ini dimulai ketika mereka lari menyelamatkan diri ke dalam gua dari kejaran pasukan tentara yang ingin membunuh mereka disebabkan keteguhan hati mereka yang tidak mau menyeru Tuhan selalin Tuhan langit dan bumi (Qs. Al-Kahfi [18]: 14-16). Di dalam gua itu, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." Allah menunjukkan kebesarannya dengan "menidurkan" mereka selama 309 tahun. Hal yang memesona adalah bagaimana Allah Swt. memperlihatkankan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui proses ilmiah "tidur" hingga "bangun" yang begitu gamblang dideskripsikan dalam Qs. Al-Kahfi [18]: 19-20, termasuk pengaturan lingkungan sekitar yang memungkinkan agar mereka itu tetap tertidur, bukan koma atau mati, selama tiga abad.
Kolaborasi zikir dan pikir yang diusung oleh kedua penulis ini adalah identitas muslim dalam menjawab persoalan lahir-batin di dunia modern dan penuh kesibukan ini. Kisah Ashabul Kahfi yang tidak dapat dijelaskan menggunakan nalar, penulis kupas dengan menggunakan perpaduanAl-Quran dan ilmu sains. Bagaimana ketujuh pemuda itu hidup? Bagaimana ketujuh pemuda itu makan? Apa yang terjadi setelah mereka terbangun? Bagaimana dengan anjing mereka? Bagaimana suhu dalam gua tersebut?Semua pertanyaan yang tidak dapat dipecahkan melalui nalar, penulis coba jabarkan menggunakan ayat Al-Quran dan ilmu sains.
Tidak hanya kisah Ashabul Kahfi yang sangat menakjubkan. buku ini juga mengisahkan binatang yang diungkap dalam Al-Quran, agar manusia dapat belajar dari kisah tersebut. kemudian, pembaca akan turut dibawa serta menghadiri drama pengajian ala Ujang dan Haji Yunus, mengenai Bid'ah serta perbedaan pendapat ulama, perbedaan cara beribadah dan perbedaan waktu lebaran. Penulis juga mengurai kembali khazanah keilmuan cendikiawan muslim klasik yang sangat luar biasa dan ternyata banyak muslim yang tidak mengenal sejarahnya. Ada pula penjelasan singkat mengenai hati setiap manusia, mengenai ego, mengenai amarah, penyakit hati, dan masih banyak lagi yang penulis tuang dalam buku ini.
Buku ini sangat bagus dibaca oleh muslim dan muslimah, bahasa yang digunakannya pun tidak bertele-tele, tentu dengan bahasa yang sangat ringan, sehingga pembaca mudah menangkap pesan yang disampaikan. "Berbobot dan tepat sasaran". menurut H. Yuslam auzi, M.B.A., selaku Direktur Utama Bank Syariah Mandiri. Buku ini wajib sebagai panduan umat muslim dalam menyerap ilmu-ilmu kehidupan dan pembelajaran dari kisah-kisah yang dituangkan dalam buku ini. setelah membaca buku ini, umat muslim dipastikan akan penasaran membaca terjemahan Al-Quran yang selama ini lalai untuk dipelajari. semoga buku ini bermanaat bagi masyarakat yang cinta pada Allah Swt., agama-Nya, makhluk-Nyam serta alam-Nya.

Rabu, 04 Desember 2013

Resensi Indonesia X Files


Judul Buku:         Indonesia X File
Penulis buku:     dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F
Tebal Buku:        334 Halaman
Penerbit:             Nourabooks
Tahun Terbit:     2013, Cetakan I
dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F membongkar fakta-fakta baru mengenai kejanggalan-kejanggalan kematian dari kasus-kasus kontroversi, seperti kasus kerusuhan Trisakti 1988 yang mengakibatkan empat orang mahasiswa tewas karena tembakan, terungkapnya misteri kematian Sang Proklamator, kasus kematian Nazaruddin dan ditahannya Antasari dan skenario kematian munir yang tidak tanggung-tanggung dr. Mun’im  membeberken nama-nama asli pelaku dan tidak memakai inisial.
Ada pula yang mengejutkan, kasus Marsinah, seorang aktivis buruh PT Catur Putra Surya, banyak kejanggalan aneh dalam hasil visumnya (visum et repertum). Ada dua hasil visum dari RSUD Nganjuk dan RSUD dr. Soetomo. Namun, hasil keduanya berbeda. Hasil dari RSUD Nganjuk sangat sederhana karena hanya satu halaman. Meskipun sudah dilakukan bedah mayat, tetapi tidak ditemukan laporan perihal keadaan kepala, leher, dan dada korban. Kesimpulan hasil visum yang dibuat, yaitu: korban meninggal dunia akibat pendarahan dalam rongga perut. Padahal data VR (visum et repertum) dari RSUD dr. Soetomo  disebutkan tulang kemaluan kiri patah berkeping-keping, tulang kemaluan kanan patah, tulang usus kanan tengah patah sampai terpisah dan kelangkang kanan patah seluruhnya. Itu baru satu kasus yang diungkapkan dr. Mun’im dalam buku ini. Masih banyak kasus kematian kontroversial yang terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam kematian.
dr. Mun’im adalah dokter ahli forensik yang berteman dengan kebenaran. Dia tidak takut pada kematian walau pada zaman itu sedang kuat-kuatnya tentara, sangat tegang dan ketat pada peraturan serta pembunuhan. dr. Mun’im membantu para keluarga korban yang merasa kematian sanak saudaranya adalah suatu kejanggalan.
Buku ini dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat awam yang hanya doyan komentar saja tentang aparat yang tidak dapat membongkar kasus. Masyarakat hanya menyalahkan, menyudutkan aparat tidak setengah hati bekerja, tidak mempunyai kemampuan, lamban bekerja, atau komentar lainnya. Padahal dr. Mun’im mengatakan, dalam hal membongkar kasus itu sangat sulit, harus ada beberapa tahap. Buku ini juga bagus untuk dijadikan pedoman atau buku pelajaran bagi mahasiswa kedokteran, hukum, atau yang ingin menjadi ahli forensik. Tak hanya kasus kontroversial, tetapi informasi mengenai pembedahan mayat yang dapat mengungkapkan kebenaran, mengungkapkan proses kematian seseorang lewat hasil visum, menyimpulkan kapan seseorang dinyatakan sudah meninggal, terungkapnya kebenaran mengenai malpraktik, pembunuhan atau bunuh diri, mati ditembak atau ledakan, dan masih banyak lagi kasus dan informasi yang diungkapkan dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F dalam buku ini.
Cover buku ini sangat menarik, pemilihan font, warna, gambar, desain, dan tata letaknya sangat cocok. Akan lebih bagus lagi, apabila penulis menambahkan dokumentasi di setiap kasus yang dia tangani. Namun, akhir penyelesaian di setiap kasus tidak tuntas. dr. Mun’im hanya memaparkan proses kejanggalan saja, sehingga tidak sampai akhir kasus pada hukum. Masyarakat semakin gemes dengan kelakuan ‘aparat’ nakal yang jahat menyembunyikan kebenaran, padahal tugas mereka menyampaikan kebenaran.

Kalau dr. Mun’im bekerjasama dengan detektif yang memecahkan kasus dalam buku ini, pasti akan lebih seru dibacanya. Kalian wajib baca buku ini, pasti kalian akan terkejut dan tidak menyangka apa yang diungkapkan dr. Mun’im. Kalau KPK menerbitkan buku sejenis seperti Indonesia X File ini, pasti ga akan ada lagi koruptor yang tenang dan santai hidupnya. Membaca buku ini harus siap mental, harus siap pedih merasakan korban-korban yang dimanfaatkan oleh aparat terkait, tetapi saya tetap katakana, Kalian Wajib Baca!

Kamis, 28 November 2013

RESENSI MUM'S LIST



Judul Asli:       “Mums List”

Penulis:            St. John Greene & Rachel Murphy
Penerjemah:     Pandu Wicaksono
Penerbit:          Noura Books
Tahun Terbit: 
 Cetakan I, 2013

Sinopsis :
Kematian Kate, yang sudah menemani hidup Singe lebih dari dua puluh tahun, ternyata tidak menyebabkan kehancuran penuh bagi kehidupan Singe dan anak-anak mereka, Reef dan Finn. Ini dikarenakan Kate membekali Singe ‘daftar Ibu’ yang berisikan hal-hal apa yang bisa mereka lakukan setelah kepergian Kate. Daftar yang dibuat Kate setelah Kanker Payudara yang diidapnya tidak lagi memiliki harapan untuk sembuh itu, memang  secara tak sadar diminta sendiri oleh Singe yang ketika  itu memeluk Kate dan bertanya, “Apa yang terjadi kalau kau meninggalkan aku?”
Kate menulis daftar itu di buku hariannya ketika dia masih tidur di rumah, dia juga meninggalkan instruksi-instruksi di kertas yang tersebar dimana-mana. Ketika terlalu lemah untuk menulis, dia mengirim SMS agar Singe menambahkannya dalam daftar yang diharapkan akan membantu Singe membangun masa depan bagi anak-anak mereka.
Berikan anak-anak dua ciuman setelah aku pergi”  itu adalah daftar pertama yang harus Singe lakukan setiap mengantar anak-anak pergi tidur. Satu ciuman dari ayah, dan satu untuk mewakili ciuman ibu.
Kate adalah seorang ibu yang setia, bijaksana, dan baik hati yang selalu berusaha membuat anak-anak tersenyum dan merasakan kasih sayangnya.
Reef, anak pertama pasangan mereka telah divonis kanker di tulang panggul pada usianya yang kedelapan belas bulan. Sungguh pukulan yang harus mereka tanggung disaat Kate sedang hamil anak kedua, Finn, yang secara terpaksa harus lahir prematur dan berada di inkubator perawatan khusus.
Kesabaran dan Cinta kasih Kate berhasil menyelamatkan kedua anaknya dari kegilaan rumah sakit dengan berbagai tindakan perawatannya. Suatu keajaiban bagi mereka.
Singe dapat merasakan keberanian Kate saat menuliskan salah satu daftar, “Carilah wanita sebagai pasanganmu, agar anak-anak mendapatkan sosok wanita dan stabilitas dalam hidup mereka”
Bagaimana Singe dapat hidup tanpa Kate, itu yang dirasakan Singe. Tapi itu bukanlah harapan Kate. Kate hanya ingin kebahagian hidup Singe dan anak-anaknya walaupun Kate telah pergi.
Daftar ibu yang menjadi panduan bagi mereka untuk melakukan banyak hal  sangat membantu mereka mengatasi kesedihan, menumbuhkan kekuatan untuk bertahan di  tengah duka  dan membangun masa depan. Itu pula yang mendorong Singe untuk membuat Daftar ayah untuk melengkapi perjalanan hidup dan kebahagian anak-anaknya.

Kelebihan dan Kekurangan
Mungkin sebelumnya tidak pernah ada orang yang menuliskan daftar sebelum kematiannya untuk ‘dihadiahkan’ kepada pasangannya untuk menjalani hidup ke depan setelah kepergiannya, novel ini memberikan motivasi betapa berharganya daftar ini, bukan untuk membuat seseorang menjadi larut dalam kesedihan dan terikat oleh masa lalunya, tetapi untuk mengisi masa depan yang lebih fantastis. Bahasa yang digunakan baik walaupun ada beberapa bahasa terjemahan dalam suatu paragraf yang tidak dimengerti maksud ceritanya. Novel ini diterjemahkan apa adanya tanpa diatur kembali tata bahasanya, sehingga kadang ditemukan antara paragraph satu dan lainnya ‘putus’ tidak berkaitan. Selain itu tidak adanya penjelasan untuk kata-kata asing yang memang sengaja dimunculkan agar tidak mengurangi makna. Namun itu semua tidak mengurangi keasikan untuk tetap larut dalam alur ceritanya dan kita tetap dapat menangkap amanat yang ada dalam buku ini.


Membaca novel ini membuat kita ikut terbawa dalam perjalanan cinta Singe dan Kate. Diharapkan novel ini dapat menjadi panduan bagi setiap rumah tangga karena didalamnya lengkap diceritakan bagaimana Kate sebagai seorang istri yang selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi suaminya, sebaliknya bagaimana Singe yang selalu menghargai  dan pandai membahagiakan istrinya. Disamping itu yang lebih mendalam bagaimana mereka berdua saling menguatkan dalam membesarkan, memelihara, mendidik dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anaknya.

RESENSI SCAPPA PER AMORE




Judul: Scappa per Amore

Penulis: Dini Fitria
Penerbit: Nourabooks
Tahun: 2013, Cetakan II

Sinopsis:
Diva, seorang wartawan Indonesia yang melakukan perjalanannya ke Eropa, untuk meliput Islam di Eropa. Hakima adalah mualaf pertama yang ditemui oleh Diva. Kisah masa kelamnya yang membuat miris hati, membulatkan tekad Hakima untuk bunuh diri di Rel Kereta Nederlandse Spoorwayen, Belanda. Beruntunglah ada dua orang malaikat yang menolongnya dari hantaman kereta itu dan menolongnya dari kesesatan.
Alasan Diva memilih patuh kepada atasan untuk memilih mengambil liputan di Eropa, tidak lebih dari melupakan masa kelamnya bersama pria yang dahulu pernah menjadi belahan jiwanya. Alasan perjodohan karena ibu pria itu sakit keras adalah sebab dari pupusnya jalinan cinta mereka.
Banyak seorang mualaf yang Diva temui di berbagai negara di Eropa itu, menginspirasi Diva dalam memperlihatkan perjuangan mereka menegakkan agama Islam di Benua itu. Salah satu yang paling memginspirasi Diva adalah Arturo Cerculli, dengan nama Islamnya Muhammad Arturo Cerculli, Walikota Italia pertama yang beragama Islam. Sepak terjangnya di dunia politik telah membuat keberadaannya sebagai Muslim mencuat kepermukaan. Terpilihnya Aturo sebagai walikota pada tahun 2008, menjadi sorotan publik dan sempat menuai kontroversi. Namun, karena ketulusannya menjadi pemimpin dan kedekatannya dengan rakyat, membuat Arturo terpilih kembali sebagai Walikota Italia pada masa kepemimpinan 2013-2017.
Ada pula seorang gadis berumur 21 tahun yang memilih berpisah rumah dengan orangtua dan keluarganya, untuk membulatkan tekadnya menjadi seorang mualaf. Tinggal sendiri di apartemen kecil dengan fasilitas seadanya, dan bekerja di sebuah toko pusat perbelanjaan olahraga yang cukup besar dan lengkap, tetapi sayang, pimpinan di tempat kerjanya tidak mengizinkan dia memakai jilbab.
Tujuan Diva berikutnya adalah Barcelona, salah satu kota tujuan dunia. Namun, kabar buruk pun datang, ibunya sakit keras hingga dirawat di rumah sakit, semua saudara hingga ayahnya menghubungi Diva untuk cepat pulang. Apakah ibunya dapat kuat melawan penyakitnya? Apakah Diva dapat menemukan pengganti belahan jiwanya yang dahulu? Atau malah kembali dengannya? Apakah Diva akan melanjutkan perjalanannya membelah Benua Eropa? Entahlah, semua jawabannya ada di akhir cerita ini.

Kelebihan dan Kekurangan:
Penulis memakai bahasa yang apik dan mengalir, pembaca dapat mereka-reka kejadian yang penulis ungkapkan. Pembaca akan mengira penulis adalah tokoh Diva dalam cerita ini. Namun, pada bab tiga, alur yang digunakan penulis dalam menceritakan tokohnya sedikit membingungkan. Sebelumnya menjelaskan si “aku” adalah Diva, tetapi pada bab tiga, tiba-tiba si “aku” adalah Hakima, cukup membingungkan memang untuk mereka yang kurang konsentrasi membaca naskah ini. Lalu pada bab ini pula telah dijelaskan dua mualaf beserta sejarahnya, tetapi dengan alur yang berputar-putar, bisa saja membuat pembaca tertukar dengan masing-masing sejarahnya.
Desain yang digunakan sangat mengambil perhatian pembaca, lembut dan indah. Tata letak gambar pada cover dan pemilihan font terlihat  berkesinambungan, serta pengambilan warna lembut, seperti coklat muda, sebagai warna utama, lalu di goreskan warna-warna terang dengan menggambarkan gedung-gedung ciri negara-negara di Eropa, dan judul yang tertulis dengan warna coklat tua yang lembut. Sangat padan pembuatan cover ini, sehingga pembaca jatuh cinta melihat pertama kali.

Dengan membaca novel ini membuat saya bersyukur menjadi Muslim di Indonesia dengan kebebasannya beragama. Tidak seperti di Eropa dengan undang-undang yang melarang rakyatnya memakai tanda-tanda keagamaan. Para mualaf di Eropa selalu beranggapan seperti ini, “Kalau takut, berarti kita tidakn pernah percaya kalau Allah itu ada. Aku yakin banyak rencana indah yang sudah digariskan untukku. Jadi, kalau cobaannya juga banyak kenapa harus mengeluh? Bukankah dibalik kesulitan ada kemudahan?”

Subhanallah

RESENSI TRAVEL WRITER DIARIES

Judul: Travel Writer Diaries
Penulis: Teguh Sudarisman
Penerbit: NouraBooks
Tahun: 2013, Cetakan I

Perjalanan seorang redaktur majalah JalanJalan dan majalah Garuda (2007-2009) ke tempat-tempat ekowisata yang tidak biasa. Perjalanan pertama dalam buku ini, Teguh Sudarisman yang dikenal dengan sebutan Travel Writer Senior,  menjejakkan kakinya di Sumatera Utara, lebih tepatnya di Tangkahan, Kabupaten Langkat. Di sana, Teguh beserta teman perjalanannya Hendra ikut berpatroli hutan menaiki gajah. Di perjalanannya yang kedua, Teguh menemukan makam cantik di tepi Danau Toba. Lalu, Teguh ke Bakkara, mengunjungi makam Singsingamangaraja. Dalam perjalanan, Teguh melihat tanaman Kopi dan padi tumbuh beririnngan, tak seperti biasanya.
Perjalanan ke Gunung Krakatau, atau lebih tepatnya Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan. Menanjak gunung api dengan tinggi 287m di atas laut yang masih aktif ini merupakan pengalaman yang sangat menakjubkan. Pijakan pasir yang cukup dalam dan hangat menghambat perjalanan, apabila terpeleset akan jatuh ke jurang di sebelah kiri. Sesampainya di atas banyak asap yang keluar dari bebatuan besar.
Perjalanan ke Pulau Seribu, singgah di beberapa pulau seperti Pulau Semak Daun, Pulau Kelor Barat, Pulau Kelor Timur yang bersebelahan dengan Pulau Kelor Barat, Pulau Gososng, Pulau Tongkek, Pulau Kelapa, pulau yang berpenduduk sekitar lima belas ribu orang, Pulau Panjang, Pulau Panjang Kecil, Pulau Bulat, Pulau Pemagaran dengan dermaga pulau yang berbentuk seperti laguna dengan air berwarna emerald, Pulau Kotok Kecil, dan Pulau Kotok Besar, sebagai tempat pelepasan Elang Bondol yang sebelumnya diperoleh dari penyitaan perdagangan satwa illegal. Serta Pulau Air yang sebagian besar pulainya berisi air, karena daratannya seperti dibelah-belah oleh kanal-kanal yang tampaknya sengaja dibuat.
Bahasa yang digunakan sangat indah dan mengalir, penulis seakan-akan sedang bercerita kepada temannya mengenai keindahan menjelajahi Indonesia. Bahasa persuasif  yang membuat iri pembaca yang ingin mengikuti perjalanan penulis selanjutnya. Tempat-tempat yang tidak biasa, menambah daftar keunikan buku ini selanjutnya. Di setiap akhir bab, penulis memberikan informasi cara mengunjungi tempat wisata itu, begitu pula dengan contact person wisata. Namun, desain warna biru yang bercampur dengan warna hitam membuat pembaca pusing melihat tulisannya. Saya suka dengan semua pengambilan gambarnya, ini termasuk foto jurnalistik tetapi tetap mengindahkan angle pengambilannya. Semua foto-fotonya berbicara, sehingga pembaca tambah ingin mengikuti trip-trip penulis selanjutnya.

 Banyak lagi perjalanan indah Teguh dalam tripnya. Berkunjung ke pabrik Gong di Bogor, Kawah Ratu di Gunung Salak, Taman Eden di Cibodas, Green Canyon,  Mengintip cara pembuatan batik unik di Little Nederland, Wisata ke Bromo, dan masih banyak lagi perjalanan seru Teguh ke tempat-tempat tidak biasa lainnya. Buku ini khusus untuk Anda yang berjiwa petualang, khusus untuk Anda yang cinta Indonesia, sesaat melupakan kondisi ekonomi dan politik Indonesia kalau sudah membaca buku ini. Rasanya langsung  ingin mengajak sahabat dan keluarga menyusuri perjalanan Teguh dalam buku ini. Harga yang ditarifkan Teguh dalam perjalanannya pun tidak mahal. Cocoklah buat para Backpacker sejati. 

Senin, 25 November 2013

RESENSI BUKU PRESIDEN GUYONAN


Nama Penulis: Butet Kertaredjasa
Judul Buku:     Presiden Guyonan
Jenis Naskah:  Nonfiksi


Buku Presiden Guyonan ini lebih terlihat seperti novel guyon sindiran ala Butet Kartaredjasa dengan peran utamanya, Keluarga Celathu. Kata Celathu ini diambil dari pengertiannya, yaitu berujar, atau menyahut atau nyeletuk, atau menyambar omongan orang lain. Kehidupan sehari-hari keluarga Celathu selalu diisi celetukan yang menyindir pemerintahan di negara ini. Bahasa sindiran yang dipakai benar-benar apa adanya, mungkin kalau orang yang disindir itu membaca, akan malu atau mungkin marah. Itulah Butet Kertaredjasa, seniman monolog yang mudah saja membuat skenario dari kesalnya hati rakyat kepada pemerintah ini. “Ada selebaran caleg Gorontalo yang demi memperoleh boncengan popularitas, terpaksa pamer diri dengan teks begini: ‘Papanya Donna Agnesia’. Batin Mas Celathu, kenapa nggak sekalian ditulis, ‘Mertuanya Darius Sinatria’? Siapa tahu dengan membonceng popularitas nama selebriti beken itu, dia bisa segera mengorbit dimangsa liputan infotaiment. Kemudian ada pula selebaran yang begini tagline-nya: ‘Menantu Cucunya Jenderal Sudirman’. Wualah, piye, sekadar menantu cucunya jenderal besar, kok, merasa seakan-akan ada genetika yang terwariskan.” Kalimat-kalimat konyol seperti itu membuka mata hati pembaca dan membuat pembaca senyum sinis melihat calon pemimpin yang mudah mendapatkan bangku di pemerintahan, tapi mudah pula melupakan rakyatnya. Dibuktikan dengan mencari boncengan agar selamat sampai pemilihan.
Tak sekedar menyindir dengan kebanyolannya, penulis juga menuliskan nama yang disindirnya itu, sehingga pembaca mulai terbuka lagi, seperti kasus renggangnya SBY dan Jusuf Kalla, pada saat 6 bulan terakhir mereka menduduki kursi kekuasaan sebelum bercerai. Lalu, kasus Megawati dan SBY yang tak pernah akur, satunya pendiam, satunya penyindir.
Ilustrasinya yang dibuat menyindir, juga terkesan lucu dengan kalimat dan gambarnya. Seperti gambar tumpeng lumpur lapindo, di tengahnya terlihat bangunan yang masih utuh, sedangkan lingkungan sekitarnya sudah tenggelam, sehingga lumpur tersebut tumpah dan jatuh dari tumpeng tersebut.
Buku ini sangat bagus dibaca bagi mereka yang sangat menyukai dunia politik. Penulis tidak menyampaikan dengan kaku hingga membosankan, bagi yang menyukai keadaan politik di Indonesia pasti selalu tersenyum sinis membaca sindiran demi sindiran yang dibuat Mas Celathu, selaku tokoh utama dalam buku ini. Namun, bagi mereka yang tidak suka membaca novel, membaca buku fiksi, lebih suka membaca buku nonfiksi, hanya penasaran ingin mengetahui keadaan pemerintah menurut Butet Kertaredjasa, pastilah tidak cocok membaca buku ini karena untuk mencapai klimaksnya, dalam naskah ini diperlukan kalimat yang bertele-tele untuk masuk ke dalam lelucon atau sindiran itu, seperti ingin membahas pemerintah korupsi yang berjuang demi perutnya sendiri, harus membahas terlebih dahulu perutnya Mas Celathu yang kian hari kian besar, harus membahas dahulu bahasa kiasan “jangan seenaknya perut” atau “demi perjuangan perut”.  Banyak bab-bab yang bertele-tele.



Namun, dari kekurangannya itu, buku ini pantas dibuatkan tayangan serial guyon sindir di televisi,  setiap episodenya berkesinambungan dan tetap terdapat nilai komedi cerdas. Kamus mini bahasa Jawa yang ditampilkan di belakang, menambahkan kelebihan pada buku ini. Pasti para pembaca terhibur dan akan berfikir kembali dari cuek-nya hidup. 

RESENSI BUKU INDONESIA JUNGKIRBALIK

Indonesia Jungkirbalik, Nonfiksi, Kumpulan 10 Penulis (Prie GS, Beby Haryati Dewi, Adhitya Mulya, Boim Lebanon, Bre Redana, Edhi Prayitno Ige, Iwok Abqary, Muhammad Yusran Darmawan, Ainun Chomsun, dan Fahd Djibran. 
    


Buku Indonesia Jungkirbalik ini sangat unik dari konsep buku yang dibuat, sesuai dengan judul bukunya (Jungkirbalik). Keunikan ini menarik penasaran pembaca, seunik apa sih isinya? Dengan menggabungkan 10 penulis andal dengan kritikan mereka terhadap negeri ini, membuat pembaca tersenyum sinis dan berfikir kembali atas kesalahan pemerintah, begitu pula kesalahan sendiri.
Dimulai dari Prie GS yang menuliskan tentang tiga macam watak masyarakat Indonesia mulai dari eksplotif, sensitif, dan sublimatif. Disambung karya Beby Haryati Dewi, seorang ibu yang miris melihat sistem pendidikan di Indonesia yang membuat anak tambah stress bukan tambah pintar. Lalu, Adhitya Mulya yang heran dengan title manusia Indonesia yang beragama, tetapi kenyataannya Indonesia peringkat ke 100 dalam pemberantas korupsi. Boim Lebanon juga mengingatkan kepada kita tentang aturan negara ini yang dibuat dengan banyak dana, tetapi akhirnya untuk dilanggar. Penulis terakhir dalam bagian pertama buku Indonesia Jungkirbalik ini adalah Bre Redana, rindu akan surga yang hilang, di mana-mana kriminal, pencurian, pemerkosaan, bahkan kejahatan yang dilakukan mengatasnamakan agama. Sunguh miris Indonesia.
Di bagian kedua buku ini, jungkirbalik pula cara peletakkannya, isinya suara hati dari lima penulis lainnya, seperti  Edhie Prayitno Ige, menceritakan pendidikan Indonesia yang tidak mendidik. Iwok Abqary, berbagi pengalamannya tentang pengemis Indonesia yang semakin miris, tidak terlihat penipuan atau kesungguhan. Muhammad Yusran Darmawan yang memutar kembali ingatan kita mengenai kekerasan di Indonesia yang sudah dilakukan sebelum merdeka sampai saat ini. Ainun Chomsun mengkritik politik Indonesia yang kacau. Sampai pada Fahd Djibran, penulis terakhir pada bagian buku ini yang menulis mengenai penyakit mental Indonesia dan tayangan televisi yang semakin hari semakin bohong.

Bahasa yang digunakan oleh sepuluh penulis ini sangat renyah, tidak baku, tidak juga terlewat gaul, porsinya sangat baik. Buku ini bagus untuk para remaja dan dewasa. Setiap quote dibedakan agar pembaca mudah meresapi inti dari naskah penulis. Desain tataletak yang jungkirbalik membuat pusing pembaca, tetapi ini ide yang bagus, beda dari yang lain. Judulnya dengan penulisan “Jungkirbalik” yang benar-benar dibolak-balikan juga sangat membuat pusing, sehingga pembaca malas membaca judulnya tetapi penasaran terhadap isinya. “Buku ini memerlukan fataw wajib baca bagi seluruh rakyat Indonesia.” Menurut Ratna Sarumpaet, Aktivis Perempuan.

RESENSI BUKU MOTIVACTION


Nama Penulis: Iwel Sastra
Judul Buku:     Motivaction
Jenis Naskah:  Nonfiksi


“Kata-kata bijak menyebutkan gantunglah cita-cita setinggi bintang di langit. Minimal kalau ngga sampai langit, nyangkut di langit-langit. Kan lumayan tinggi juga.” Kalimat pemula yang dipaparkan Iwel Sastra dalam bukunya Motivaction mengawali isi dari sebuah buku motivasi. Buku ini mengambil genre buku motivasi. Memberikan semangat dan masukan positif kepada para pembaca agar sukses meraih mimpinya, Iwel paparkan dengan bahasa yang sangat ringan dan penuh dengan celetukan serta sentilan khas seorang Stand up Comedy-an, seperti percakapan berikut ini:
                                                                  T: “Kenapa kamu belum Action?”
                                                                      J: “Karena saya belum punya garasi.”
Sebelumnya dipaparkan contoh orang sukses seperti Steve Jobs yang membangun bisnis Apple dari garasi tempat tinggalnya, ada pula Bill Gates juga berawal dari garasi ketika mulai membangun Microsoft tahun 1975, serta BRA Mooryati Soedibyo yang membangun Mustika Ratu dari garasi rumahnya juga. “Persoalannya, bukan karena kita tidak mampu mewujudkannya, melainkan karena kita tidak mau mewujudkannya.” Bahasa motivasi yang Iwel gunakan saat beraksi membuat pembaca termanggut-manggut dan berkata “oohhhh”.
                Semua yang penulis katakan sudah penulis rasakan dan alami, sehingga jalan cerita ini mengalir sangat tertata, sambung-menyambung dari bab awal sampai akhir, sehingga menginspirasi pembaca. Dimulai dari pengalaman dia melihat bisnis Maicih yang berada di Bandung dan penasaran mengapa strategi promosinya memakai bagasi mobil dan berpindah-pindah. Lalu, rasa tertariknya penulis tampil di televisi sebagai pelawak, sehingga penulis langsung menghubungi Effendi Gazali, selaku penasihat komunikasi politik pada acara “Repulik BBM” yang pada saat itu ditayangkan di Metro TV.
                Penulis juga memberikan reverensi pengusaha hebat seperti Chairul Tanjung yang memulai usahanya dari yang kecil, ketika masih kuliah Chairul Tanjung memulai usaha fotokopi di kampus tempat kuliahnya. Penulis menganjurkan pembaca untuk membuat skenario mimpi sebagai awal kesuksesan. Sehingga pembaca dapat pula memulai usahanya menjadi impiannya dari yang kecil. Asiknya kita bisa menjadi pemain, sutradara dan produser dalam skenario mimpi kita.  Setelah membuat skenario, kita perlu mengetahui apa saja produk atau kemampuan yang kita miliki, “Bagaimana bisa seseorang memasarkan sebuah produk jika dia sendiri tidak memahami produk tersebut dengan baik.” Kemudian beraksilah meraih mimpi. Menurut penulis narsis itu sangat diperlukan untuk memasarkan produk diri kita.
               
Jerry Seinfeld menginspirasikan penulis memperkenalkan Stand up Comedy di Indonesia. Usaha penulis digambarkan dalam buku ini sebagai suatu pengalaman yang dapat memberikan semangat dan motivasi kepada pembaca untuk berusaha dan bertekad meraih mimpi kesuksesannya. Bukan hanya sebagai mimpi belaka, ketika bangun, akan mengalami penyesalan. “Jangan biarkan sukses tertunda,” kata Iwel Sastra.
                Usahanya mengenalkan Stand up Comedy di Indonesia berhasil karena terlihat sekarang di Metro TV menayangkan acara Stand up Comedy Indonesia, bahkan Kompas TV mempunyai acara pencarian bakat Stand up Comedy Indonesia.

Namun, Kurang jelasnya gambar atau foto yang dipaparkan mengurangi kualitas buku ini, kadang berwarna hitam tak terlihat apa-apa, kadang hanya terlihat gigi atau matanya saja. Desain cover sangat menarik pembaca dan kesejajaran warna yang dipilih memberikan nuansa semangat.  Bahasa yang mendukung dan konsep naskah yang sangat memotivasi para pembaca ini dianjurkan untuk para pembaca yang sudah mempunyai mimpi dan butuh arahan serta semangat untuk action!