Jumat, 27 Desember 2013

RESENSI ASHABUL KAHFI MELEK 3 ABAD

RESENSI
ASHABUL KAHFI MELEK 3 ABAD


Judul Buku: Ashabul Kahfi Melek 3 Abad
Penulis:  Dr. H Nadirsyah Hosen, Ph. D (Pengajar University of Wollongong,  Australia) dan dr. Nurussyariah Hammado, M.NeuroSci (Pakar  Neurosains, Pengajar  UN Makasar)
Tahun Terbit: 2013, Cetakan I
Penerbit: Noura Books
Kategori: Nonfiksi

Peristiwa tidur panjang pemuda beserta seekor anjing yang bersembunyi di dalam gua merupakan mukjizat sekaligus enomena ilmiah yang menakjubkan. Kisah ini dimulai ketika mereka lari menyelamatkan diri ke dalam gua dari kejaran pasukan tentara yang ingin membunuh mereka disebabkan keteguhan hati mereka yang tidak mau menyeru Tuhan selalin Tuhan langit dan bumi (Qs. Al-Kahfi [18]: 14-16). Di dalam gua itu, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." Allah menunjukkan kebesarannya dengan "menidurkan" mereka selama 309 tahun. Hal yang memesona adalah bagaimana Allah Swt. memperlihatkankan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui proses ilmiah "tidur" hingga "bangun" yang begitu gamblang dideskripsikan dalam Qs. Al-Kahfi [18]: 19-20, termasuk pengaturan lingkungan sekitar yang memungkinkan agar mereka itu tetap tertidur, bukan koma atau mati, selama tiga abad.
Kolaborasi zikir dan pikir yang diusung oleh kedua penulis ini adalah identitas muslim dalam menjawab persoalan lahir-batin di dunia modern dan penuh kesibukan ini. Kisah Ashabul Kahfi yang tidak dapat dijelaskan menggunakan nalar, penulis kupas dengan menggunakan perpaduanAl-Quran dan ilmu sains. Bagaimana ketujuh pemuda itu hidup? Bagaimana ketujuh pemuda itu makan? Apa yang terjadi setelah mereka terbangun? Bagaimana dengan anjing mereka? Bagaimana suhu dalam gua tersebut?Semua pertanyaan yang tidak dapat dipecahkan melalui nalar, penulis coba jabarkan menggunakan ayat Al-Quran dan ilmu sains.
Tidak hanya kisah Ashabul Kahfi yang sangat menakjubkan. buku ini juga mengisahkan binatang yang diungkap dalam Al-Quran, agar manusia dapat belajar dari kisah tersebut. kemudian, pembaca akan turut dibawa serta menghadiri drama pengajian ala Ujang dan Haji Yunus, mengenai Bid'ah serta perbedaan pendapat ulama, perbedaan cara beribadah dan perbedaan waktu lebaran. Penulis juga mengurai kembali khazanah keilmuan cendikiawan muslim klasik yang sangat luar biasa dan ternyata banyak muslim yang tidak mengenal sejarahnya. Ada pula penjelasan singkat mengenai hati setiap manusia, mengenai ego, mengenai amarah, penyakit hati, dan masih banyak lagi yang penulis tuang dalam buku ini.
Buku ini sangat bagus dibaca oleh muslim dan muslimah, bahasa yang digunakannya pun tidak bertele-tele, tentu dengan bahasa yang sangat ringan, sehingga pembaca mudah menangkap pesan yang disampaikan. "Berbobot dan tepat sasaran". menurut H. Yuslam auzi, M.B.A., selaku Direktur Utama Bank Syariah Mandiri. Buku ini wajib sebagai panduan umat muslim dalam menyerap ilmu-ilmu kehidupan dan pembelajaran dari kisah-kisah yang dituangkan dalam buku ini. setelah membaca buku ini, umat muslim dipastikan akan penasaran membaca terjemahan Al-Quran yang selama ini lalai untuk dipelajari. semoga buku ini bermanaat bagi masyarakat yang cinta pada Allah Swt., agama-Nya, makhluk-Nyam serta alam-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar