Rabu, 04 Desember 2013

Resensi Indonesia X Files


Judul Buku:         Indonesia X File
Penulis buku:     dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F
Tebal Buku:        334 Halaman
Penerbit:             Nourabooks
Tahun Terbit:     2013, Cetakan I
dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F membongkar fakta-fakta baru mengenai kejanggalan-kejanggalan kematian dari kasus-kasus kontroversi, seperti kasus kerusuhan Trisakti 1988 yang mengakibatkan empat orang mahasiswa tewas karena tembakan, terungkapnya misteri kematian Sang Proklamator, kasus kematian Nazaruddin dan ditahannya Antasari dan skenario kematian munir yang tidak tanggung-tanggung dr. Mun’im  membeberken nama-nama asli pelaku dan tidak memakai inisial.
Ada pula yang mengejutkan, kasus Marsinah, seorang aktivis buruh PT Catur Putra Surya, banyak kejanggalan aneh dalam hasil visumnya (visum et repertum). Ada dua hasil visum dari RSUD Nganjuk dan RSUD dr. Soetomo. Namun, hasil keduanya berbeda. Hasil dari RSUD Nganjuk sangat sederhana karena hanya satu halaman. Meskipun sudah dilakukan bedah mayat, tetapi tidak ditemukan laporan perihal keadaan kepala, leher, dan dada korban. Kesimpulan hasil visum yang dibuat, yaitu: korban meninggal dunia akibat pendarahan dalam rongga perut. Padahal data VR (visum et repertum) dari RSUD dr. Soetomo  disebutkan tulang kemaluan kiri patah berkeping-keping, tulang kemaluan kanan patah, tulang usus kanan tengah patah sampai terpisah dan kelangkang kanan patah seluruhnya. Itu baru satu kasus yang diungkapkan dr. Mun’im dalam buku ini. Masih banyak kasus kematian kontroversial yang terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam kematian.
dr. Mun’im adalah dokter ahli forensik yang berteman dengan kebenaran. Dia tidak takut pada kematian walau pada zaman itu sedang kuat-kuatnya tentara, sangat tegang dan ketat pada peraturan serta pembunuhan. dr. Mun’im membantu para keluarga korban yang merasa kematian sanak saudaranya adalah suatu kejanggalan.
Buku ini dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat awam yang hanya doyan komentar saja tentang aparat yang tidak dapat membongkar kasus. Masyarakat hanya menyalahkan, menyudutkan aparat tidak setengah hati bekerja, tidak mempunyai kemampuan, lamban bekerja, atau komentar lainnya. Padahal dr. Mun’im mengatakan, dalam hal membongkar kasus itu sangat sulit, harus ada beberapa tahap. Buku ini juga bagus untuk dijadikan pedoman atau buku pelajaran bagi mahasiswa kedokteran, hukum, atau yang ingin menjadi ahli forensik. Tak hanya kasus kontroversial, tetapi informasi mengenai pembedahan mayat yang dapat mengungkapkan kebenaran, mengungkapkan proses kematian seseorang lewat hasil visum, menyimpulkan kapan seseorang dinyatakan sudah meninggal, terungkapnya kebenaran mengenai malpraktik, pembunuhan atau bunuh diri, mati ditembak atau ledakan, dan masih banyak lagi kasus dan informasi yang diungkapkan dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F dalam buku ini.
Cover buku ini sangat menarik, pemilihan font, warna, gambar, desain, dan tata letaknya sangat cocok. Akan lebih bagus lagi, apabila penulis menambahkan dokumentasi di setiap kasus yang dia tangani. Namun, akhir penyelesaian di setiap kasus tidak tuntas. dr. Mun’im hanya memaparkan proses kejanggalan saja, sehingga tidak sampai akhir kasus pada hukum. Masyarakat semakin gemes dengan kelakuan ‘aparat’ nakal yang jahat menyembunyikan kebenaran, padahal tugas mereka menyampaikan kebenaran.

Kalau dr. Mun’im bekerjasama dengan detektif yang memecahkan kasus dalam buku ini, pasti akan lebih seru dibacanya. Kalian wajib baca buku ini, pasti kalian akan terkejut dan tidak menyangka apa yang diungkapkan dr. Mun’im. Kalau KPK menerbitkan buku sejenis seperti Indonesia X File ini, pasti ga akan ada lagi koruptor yang tenang dan santai hidupnya. Membaca buku ini harus siap mental, harus siap pedih merasakan korban-korban yang dimanfaatkan oleh aparat terkait, tetapi saya tetap katakana, Kalian Wajib Baca!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar