Penulis buku: dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F
Tebal Buku: 334 Halaman
Penerbit: Nourabooks
Tahun Terbit: 2013, Cetakan I
dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F membongkar fakta-fakta baru mengenai kejanggalan-kejanggalan
kematian dari kasus-kasus kontroversi, seperti kasus kerusuhan Trisakti 1988
yang mengakibatkan empat orang mahasiswa tewas karena tembakan, terungkapnya
misteri kematian Sang Proklamator, kasus kematian Nazaruddin dan ditahannya Antasari
dan skenario kematian munir yang tidak tanggung-tanggung dr. Mun’im membeberken nama-nama asli pelaku dan tidak
memakai inisial.
Ada pula yang mengejutkan, kasus Marsinah, seorang aktivis buruh PT Catur
Putra Surya, banyak kejanggalan aneh dalam hasil visumnya (visum et repertum). Ada dua hasil visum dari RSUD Nganjuk dan RSUD
dr. Soetomo. Namun, hasil keduanya berbeda. Hasil dari RSUD Nganjuk sangat
sederhana karena hanya satu halaman. Meskipun sudah dilakukan bedah mayat,
tetapi tidak ditemukan laporan perihal keadaan kepala, leher, dan dada korban.
Kesimpulan hasil visum yang dibuat, yaitu: korban meninggal dunia akibat
pendarahan dalam rongga perut. Padahal data VR (visum et repertum) dari RSUD dr. Soetomo disebutkan tulang kemaluan kiri patah berkeping-keping,
tulang kemaluan kanan patah, tulang usus kanan tengah patah sampai terpisah dan
kelangkang kanan patah seluruhnya. Itu baru satu kasus yang diungkapkan dr.
Mun’im dalam buku ini. Masih banyak kasus kematian kontroversial yang terdapat
kejanggalan-kejanggalan dalam kematian.
dr. Mun’im adalah dokter ahli forensik yang berteman dengan kebenaran.
Dia tidak takut pada kematian walau pada zaman itu sedang kuat-kuatnya tentara, sangat tegang
dan ketat pada peraturan serta pembunuhan. dr. Mun’im membantu para keluarga
korban yang merasa kematian sanak saudaranya adalah suatu kejanggalan.
Buku ini dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat awam yang hanya doyan komentar saja tentang aparat yang
tidak dapat membongkar kasus. Masyarakat hanya menyalahkan, menyudutkan aparat
tidak setengah hati bekerja, tidak mempunyai kemampuan, lamban bekerja, atau
komentar lainnya. Padahal dr. Mun’im mengatakan, dalam hal membongkar kasus itu
sangat sulit, harus ada beberapa tahap. Buku ini juga bagus untuk dijadikan
pedoman atau buku pelajaran bagi mahasiswa kedokteran, hukum, atau yang ingin
menjadi ahli forensik. Tak hanya kasus kontroversial, tetapi informasi mengenai
pembedahan mayat yang dapat mengungkapkan kebenaran, mengungkapkan proses
kematian seseorang lewat hasil visum, menyimpulkan kapan seseorang dinyatakan
sudah meninggal, terungkapnya kebenaran mengenai malpraktik, pembunuhan atau
bunuh diri, mati ditembak atau ledakan, dan masih banyak lagi kasus dan
informasi yang diungkapkan dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F dalam buku ini.
Cover buku ini sangat menarik,
pemilihan font, warna, gambar, desain, dan tata letaknya sangat cocok. Akan
lebih bagus lagi, apabila penulis menambahkan dokumentasi di setiap kasus yang
dia tangani. Namun, akhir penyelesaian di setiap kasus tidak tuntas. dr. Mun’im
hanya memaparkan proses kejanggalan saja, sehingga tidak sampai akhir kasus
pada hukum. Masyarakat semakin gemes dengan kelakuan ‘aparat’ nakal yang jahat
menyembunyikan kebenaran, padahal tugas mereka menyampaikan kebenaran.
Kalau dr. Mun’im bekerjasama dengan detektif yang memecahkan kasus dalam
buku ini, pasti akan lebih seru dibacanya. Kalian wajib baca buku ini, pasti
kalian akan terkejut dan tidak menyangka apa yang diungkapkan dr. Mun’im. Kalau
KPK menerbitkan buku sejenis seperti Indonesia
X File ini, pasti ga akan ada lagi koruptor yang tenang dan santai
hidupnya. Membaca buku ini harus siap mental, harus siap pedih merasakan
korban-korban yang dimanfaatkan oleh aparat terkait, tetapi saya tetap katakana,
Kalian Wajib Baca!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar