Nama Penulis: Iwel Sastra
Judul Buku: Motivaction
Jenis Naskah: Nonfiksi
“Kata-kata bijak
menyebutkan gantunglah cita-cita setinggi bintang di langit. Minimal kalau ngga
sampai langit, nyangkut di
langit-langit. Kan lumayan tinggi juga.” Kalimat pemula yang dipaparkan Iwel
Sastra dalam bukunya Motivaction mengawali isi dari sebuah buku motivasi. Buku
ini mengambil genre buku motivasi.
Memberikan semangat dan masukan positif kepada para pembaca agar sukses meraih
mimpinya, Iwel paparkan dengan bahasa yang sangat ringan dan penuh dengan
celetukan serta sentilan khas seorang Stand
up Comedy-an, seperti percakapan berikut ini:
T:
“Kenapa kamu belum Action?”
J:
“Karena saya belum punya garasi.”
Sebelumnya dipaparkan contoh
orang sukses seperti Steve Jobs yang membangun bisnis Apple dari garasi tempat
tinggalnya, ada pula Bill Gates juga berawal dari garasi ketika mulai membangun
Microsoft tahun 1975, serta BRA Mooryati Soedibyo yang membangun Mustika Ratu
dari garasi rumahnya juga. “Persoalannya, bukan karena kita tidak mampu
mewujudkannya, melainkan karena kita tidak mau mewujudkannya.” Bahasa motivasi yang
Iwel gunakan saat beraksi membuat pembaca termanggut-manggut dan berkata
“oohhhh”.
Semua
yang penulis katakan sudah penulis rasakan dan alami, sehingga jalan cerita ini
mengalir sangat tertata, sambung-menyambung dari bab awal sampai akhir,
sehingga menginspirasi pembaca. Dimulai dari pengalaman dia melihat bisnis
Maicih yang berada di Bandung dan penasaran mengapa strategi promosinya memakai
bagasi mobil dan berpindah-pindah. Lalu, rasa tertariknya penulis tampil di
televisi sebagai pelawak, sehingga penulis langsung menghubungi Effendi Gazali,
selaku penasihat komunikasi politik pada acara “Repulik BBM” yang pada saat itu
ditayangkan di Metro TV.
Penulis
juga memberikan reverensi pengusaha hebat seperti Chairul Tanjung yang memulai
usahanya dari yang kecil, ketika masih kuliah Chairul Tanjung memulai usaha
fotokopi di kampus tempat kuliahnya. Penulis menganjurkan pembaca untuk membuat
skenario mimpi sebagai awal kesuksesan. Sehingga pembaca dapat pula memulai
usahanya menjadi impiannya dari yang kecil. Asiknya kita bisa menjadi pemain,
sutradara dan produser dalam skenario mimpi kita. Setelah membuat skenario, kita perlu
mengetahui apa saja produk atau kemampuan yang kita miliki, “Bagaimana bisa
seseorang memasarkan sebuah produk jika dia sendiri tidak memahami produk
tersebut dengan baik.” Kemudian beraksilah meraih mimpi. Menurut penulis narsis
itu sangat diperlukan untuk memasarkan produk diri kita.
Jerry Seinfeld
menginspirasikan penulis memperkenalkan Stand
up Comedy di Indonesia. Usaha penulis digambarkan dalam buku ini sebagai
suatu pengalaman yang dapat memberikan semangat dan motivasi kepada pembaca
untuk berusaha dan bertekad meraih mimpi kesuksesannya. Bukan hanya sebagai
mimpi belaka, ketika bangun, akan mengalami penyesalan. “Jangan biarkan sukses
tertunda,” kata Iwel Sastra.
Usahanya
mengenalkan Stand up Comedy di
Indonesia berhasil karena terlihat sekarang di Metro TV menayangkan acara Stand up Comedy Indonesia, bahkan Kompas
TV mempunyai acara pencarian bakat Stand
up Comedy Indonesia.
Namun, Kurang
jelasnya gambar atau foto yang dipaparkan mengurangi kualitas buku ini, kadang
berwarna hitam tak terlihat apa-apa, kadang hanya terlihat gigi atau matanya
saja. Desain cover sangat menarik pembaca
dan kesejajaran warna yang dipilih memberikan nuansa semangat. Bahasa yang mendukung dan konsep naskah yang
sangat memotivasi para pembaca ini dianjurkan untuk para pembaca yang sudah
mempunyai mimpi dan butuh arahan serta semangat untuk action!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar