Penulis:
St. John Greene & Rachel Murphy
Penerjemah: Pandu Wicaksono
Penerbit:
Noura Books
Tahun Terbit:
Cetakan I, 2013
Sinopsis :
Kematian Kate, yang sudah menemani hidup Singe lebih dari dua puluh tahun, ternyata tidak menyebabkan kehancuran
penuh bagi kehidupan Singe dan anak-anak mereka, Reef dan Finn. Ini dikarenakan
Kate membekali Singe ‘daftar Ibu’ yang berisikan hal-hal apa yang bisa mereka
lakukan setelah kepergian Kate. Daftar yang dibuat Kate setelah Kanker Payudara
yang diidapnya tidak lagi memiliki harapan untuk sembuh itu, memang secara tak sadar diminta sendiri oleh Singe
yang ketika itu memeluk Kate dan
bertanya, “Apa yang terjadi kalau kau meninggalkan aku?”
Kate menulis
daftar itu di buku hariannya ketika dia masih tidur di rumah, dia juga
meninggalkan instruksi-instruksi di kertas yang tersebar dimana-mana. Ketika
terlalu lemah untuk menulis, dia mengirim SMS agar Singe menambahkannya dalam
daftar yang diharapkan akan membantu Singe membangun masa depan bagi anak-anak
mereka.
“Berikan anak-anak dua ciuman setelah aku
pergi” itu adalah daftar pertama
yang harus Singe lakukan setiap mengantar anak-anak pergi tidur. Satu ciuman
dari ayah, dan satu untuk mewakili ciuman ibu.
Kate adalah
seorang ibu yang setia, bijaksana, dan baik hati yang selalu berusaha membuat
anak-anak tersenyum dan merasakan kasih sayangnya.
Reef, anak
pertama pasangan mereka telah divonis kanker di tulang panggul pada usianya
yang kedelapan belas bulan. Sungguh pukulan yang harus mereka tanggung disaat
Kate sedang hamil anak kedua, Finn, yang secara terpaksa harus lahir prematur
dan berada di inkubator perawatan khusus.
Kesabaran dan
Cinta kasih Kate berhasil menyelamatkan kedua anaknya dari kegilaan rumah sakit
dengan berbagai tindakan perawatannya. Suatu keajaiban bagi mereka.
Singe dapat
merasakan keberanian Kate saat menuliskan salah satu daftar, “Carilah wanita sebagai pasanganmu, agar
anak-anak mendapatkan sosok wanita dan stabilitas dalam hidup mereka”
Bagaimana Singe
dapat hidup tanpa Kate, itu yang dirasakan Singe. Tapi itu bukanlah harapan
Kate. Kate hanya ingin kebahagian hidup Singe dan anak-anaknya walaupun Kate
telah pergi.
Daftar ibu yang
menjadi panduan bagi mereka untuk melakukan banyak hal sangat membantu mereka mengatasi kesedihan,
menumbuhkan kekuatan untuk bertahan di
tengah duka dan membangun masa
depan. Itu pula yang mendorong Singe untuk membuat Daftar ayah untuk melengkapi
perjalanan hidup dan kebahagian anak-anaknya.
Kelebihan dan
Kekurangan
Mungkin
sebelumnya tidak pernah ada orang yang menuliskan daftar sebelum kematiannya
untuk ‘dihadiahkan’ kepada pasangannya untuk menjalani hidup ke depan setelah
kepergiannya, novel ini memberikan motivasi betapa berharganya daftar ini,
bukan untuk membuat seseorang menjadi larut dalam kesedihan dan terikat oleh
masa lalunya, tetapi untuk mengisi masa depan yang lebih fantastis. Bahasa
yang digunakan baik walaupun ada beberapa bahasa terjemahan dalam suatu paragraf
yang tidak dimengerti maksud ceritanya. Novel ini diterjemahkan apa adanya
tanpa diatur kembali tata bahasanya, sehingga kadang ditemukan antara paragraph
satu dan lainnya ‘putus’ tidak berkaitan. Selain itu tidak adanya penjelasan
untuk kata-kata asing yang memang sengaja dimunculkan agar tidak mengurangi
makna. Namun itu semua tidak
mengurangi keasikan untuk tetap larut dalam alur ceritanya dan kita tetap dapat menangkap amanat yang
ada dalam buku ini.
Membaca novel ini
membuat kita ikut terbawa dalam perjalanan cinta Singe dan Kate. Diharapkan
novel ini dapat menjadi panduan bagi setiap rumah tangga karena didalamnya
lengkap diceritakan bagaimana Kate sebagai seorang istri yang selalu berusaha
menjadi yang terbaik bagi suaminya, sebaliknya bagaimana Singe yang selalu
menghargai dan pandai membahagiakan
istrinya. Disamping itu yang lebih mendalam bagaimana mereka berdua saling
menguatkan dalam membesarkan, memelihara, mendidik dan memberikan kebahagiaan
bagi anak-anaknya.





